KURIKULUM (TUGAS 4)
Nama : Merry Rahmawati
Nim : 11901206Kelas : PAI 4C
Makul : Magang 1
KURIKULUM
Pengertian Kurikulum- Menurut Crow and Crow, yang dikutip oleh Oemar Hamalik, kurikulum merupakan rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran secara sistematis dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu program.
- Menurut Alice Miel kurikulum meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan, kecakapan, dan sikap - sikap orang yang melayani dan dilayani di sekolah (termasuk seluruh pegawai sekolah) dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum.
- Dalam UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum itu sendiri seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajar. Tentunya menjadi pedoman bagi para pendidik.
- Menurut Ronald.C. Doll dan Olivia, 1997) menyatakan bahwa kurikulum pada umumnya berisi tentang tujuan khusus menunjukkan seleksi dan organisasi, konten, mengimplikasikan pola belajar mengajar, setelah itu ditanamkan dalam kurikulum sekolah adalah konten dan proses pengetahuan.
Dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah proses yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk mencapai tujuan dan dijadikan sebagai pedoman dalam mewujudkan tujuan tersebut sesuai waktu yang telah ditentukan. Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum untuk menunjang keberhasilan suatu lembaga pendidikan.
Dasar Pengembangan Kurikulum Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu. Fungsi dasar yaitu memberikan arah pada tujuan yang ingin dicapai dan sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. Setiap negara mempunyai dasar pendidikannya sendiri. Merupakan cerminan falsafah hidup suatu bangsa. Berpijak pada dasar itulah pendidikan suatu bangsa disusun. Dan oleh karena itu maka sistem pendidikan setiap bangsaberbeda karena mereka mempunyai falsafah hidup yang berbeda. Menurut Audrey Nicholls dan Howard Nicholls, sebagaimana dipahami oleh Oemar Hamalik, menyatakan bahwa pengembangan kurikulum merupakan perencanaan peluang belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai sampai di mana perubahan dimaksud telah terjadi pada diri siswa. Menurut Harrick, sabagaimana dikutip oleh Hamalik menyatakan bahwa sumber kurikulum ada tiga yaitu; pertama, pengetahuan sebagai sumber yang akan disampaikan kepada anak yang disajikan dari berbagai bidang studi, kedua, masyarakat sebagai sumber kurikulum di mana sekolah merupakan agen masyarakat dalam meneruskan warisan-warisan budaya serta memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Dan ketiga, individu yang didik sebagai sumber kurikulum di mana kurikulum disusun dengan maksud untuk membantu perkembangan anak seoptimal mungkin. Sumber kurikulum yang dikemukakan oleh Herrick di atas tidak jauh berbeda dengan Ronald Doll, yang mengemukakan bahwa dasar kurikulum serupa dan hanya menambahkan dasar filsafat dan sejarah. Menurut Doll ada empat dasar kurikulum yakni dasar filsafat dan sejarah, psikologi, dasar sosial budaya dan dasar ilmu pengetahuan. Lebih rinci, Oemar Hamalik mengemukakan beberapa dasar yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum, yaitu:- Kurikulum disusun untuk mewujudkan sisdiknas.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengan pendekatan kemampuan.
- Kurikulum harus sesuai dengan ciri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.
- Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdivertifikasi, sesuai dengan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik serta tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan.
- Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai tuntutan lingkungan dan budaya setempat
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.
Sumber : Bahry, Syamsul. Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya. Jurnal Ilmiah. Vol.XI No.1. tahun 2011. hlm. 17-21
Nim : 11901206
Makul : Magang 1
- Menurut Crow and Crow, yang dikutip oleh Oemar Hamalik, kurikulum merupakan rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran secara sistematis dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu program.
- Menurut Alice Miel kurikulum meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan, kecakapan, dan sikap - sikap orang yang melayani dan dilayani di sekolah (termasuk seluruh pegawai sekolah) dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum.
- Dalam UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum itu sendiri seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajar. Tentunya menjadi pedoman bagi para pendidik.
- Menurut Ronald.C. Doll dan Olivia, 1997) menyatakan bahwa kurikulum pada umumnya berisi tentang tujuan khusus menunjukkan seleksi dan organisasi, konten, mengimplikasikan pola belajar mengajar, setelah itu ditanamkan dalam kurikulum sekolah adalah konten dan proses pengetahuan.
Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu. Fungsi dasar yaitu memberikan arah pada tujuan yang ingin dicapai dan sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. Setiap negara mempunyai dasar pendidikannya sendiri. Merupakan cerminan falsafah hidup suatu bangsa. Berpijak pada dasar itulah pendidikan suatu bangsa disusun. Dan oleh karena itu maka sistem pendidikan setiap bangsa
berbeda karena mereka mempunyai falsafah hidup yang berbeda.
Menurut Audrey Nicholls dan Howard Nicholls, sebagaimana dipahami oleh Oemar Hamalik, menyatakan bahwa pengembangan kurikulum merupakan perencanaan peluang belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai sampai di mana perubahan dimaksud telah terjadi pada diri siswa.
Menurut Harrick, sabagaimana dikutip oleh Hamalik menyatakan bahwa sumber kurikulum ada tiga yaitu; pertama, pengetahuan sebagai sumber yang akan disampaikan kepada anak yang disajikan dari berbagai bidang studi, kedua, masyarakat sebagai sumber kurikulum di mana sekolah merupakan agen masyarakat dalam meneruskan warisan-warisan budaya serta memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Dan ketiga, individu yang didik sebagai sumber kurikulum di mana kurikulum disusun dengan maksud untuk membantu perkembangan anak seoptimal mungkin.
Sumber kurikulum yang dikemukakan oleh Herrick di atas tidak jauh berbeda dengan Ronald Doll, yang mengemukakan bahwa dasar kurikulum serupa dan hanya menambahkan dasar filsafat dan sejarah. Menurut Doll ada empat dasar kurikulum yakni dasar filsafat dan sejarah, psikologi, dasar sosial budaya dan dasar ilmu pengetahuan.
Lebih rinci, Oemar Hamalik mengemukakan beberapa dasar yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum, yaitu:
- Kurikulum disusun untuk mewujudkan sisdiknas.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengan pendekatan kemampuan.
- Kurikulum harus sesuai dengan ciri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.
- Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdivertifikasi, sesuai dengan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik serta tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan.
- Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai tuntutan lingkungan dan budaya setempat
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.
Sumber :
Bahry, Syamsul. Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya. Jurnal Ilmiah. Vol.XI No.1. tahun 2011. hlm. 17-21
Komentar
Posting Komentar