STRATEGI PEMBELAJARAN (TUGAS 2)
Nama : Merry Rahmawati
Nim : 11901206
Nim : 11901206
Kelas : PAI 4C
Makul : Magang 1
Makul : Magang 1
Strategi Pembelajaran
Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran adalah suatu rangkaian sistem pembelajaran dari bahan pembelajaran yang telah ditentukan supaya tercapainya suatu tujuan tertentu. Setiap guru harusnya memiliki kemampuan tersebut karena sebagai seorang tenaga pendidik. Langkah agar memiliki strategi tersebut harus bisa menguasai metode pembelajaran.
Belajar mengajar merupakan suatu kegiatan bersifat edukatif. Interaksi yang bersifat edukatif adalah kegiatan belajar
mengajar yang dilakukan, diarahkan guna mencapai tujuan tertentu sebelum dimulainya proser belajar mengajar . Guru atau tenaga pendidik harusnya menbuat rencana proses belajar mengajar secara sistematis dengan
memanfaatkan sesuatu yang pening dalam proses pembelajaran.
Menurut Syaiful Bahri Jamrah dan Aswan Zain Strategi merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan. Hubungannya dengan proses pembelajaran,
strategi dapat juga diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan
guru dan anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut Hilda Taba, strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah yang dipilih oleh seorang guru dalam proses pembelajaran yang memberikan kemudahan para siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Slameto, 1991: 90 mengatakan strategi adalah suatu rencana tentang langkah-langkah penggunaan potensi dan sasaran agar meningkatnya efektivitas dan efesiensi dalam pembelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran ini adalah suatu rangkaian cara-cara yang harus dimiliki seorang guru sebagai tenaga pendidik, agar memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam proses pembelajaran, demi tercapainya pembelajaran yang efektif dan efisien.
Teori Yang Melandasi Strategi Pembelajaran
Menurut Crowl, Kaminsky & Podell (1997) ada tiga pendekatan yang
mendasari pengembangan strategi pembelajaran.
Pertama, Advance
Organizers dari Ausubel, pernyataan pengantar yang
membantu peserta didik menyiapkan kegiatan belajar dan menunjukkan
hubungan antara apa yang akan dipelajari dengan konsep atau ide yang lebih
luas.
Kedua, Discovery learning dari Bruner, pembelajaran yang dimulai dari penyajian masalah dari guru atau tenaga pendidik untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam menyelidiki dan menentukan pemecahan masalahnya.
Ketiga, peristiwa-peristiwa belajar dari Gagne.
Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran
1. Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku
Mengarah kepada perubahan perilaku tertentu
2. Memilih Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan utama yang
dipandang paling ampuh, tepat, dan efektif untuk mencapai tujuan.
3. Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran
- Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran
- Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang ditetapkan untuk mencapai tujuan
- Merancang Penilaian
- Merancang Remedial
- Merancang Pengayaan
Macam-Macam Strategi
- Strategi Indukatif : Pembelajaran dimulai dengan prinsip yang diketahui ke prinsip yang tidak diketahui. Dengan strategi pembelajaran induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang tidak diketahui ke prinsip-prinsip yang diketahui
- Strategi Dedukatif : Strategi pembelajaran yang umum menuju yang khusus
- Strategi Campuran : Gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif.
Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran
Slameto menyatakan bahwa Strategi Pembelajaran mencakup
8 unsur, yaitu:
- Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa , kelompok dan perorangan yang terlibat dalam proses belajar mengajar
- Jadwal pelaksanaan , format dan lamanya proses pembelajaran
- Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan telah diidentifikasi
- Bahan ajar dan alat bantu mengajar
- Karakteristik siswa yang telah diidentifikasi
- Bahan pengait yang telah disiapkan
- Merode dan teknik penyajian
- Media Pembelajaran
Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
- Model pembelajaran konstruktivisme : Menurut Khairudin Konstruktivisme merupakan salah satu perkembangan model pembelajaran yang mengedepankan aktivitas peserta didik untuk dapat menemukan pengetahuannya sendiri. Konstruktivisme beranggapan bahwa semua peserta didik memiliki gagasan atau pengetahuan tentang lingkungan dan peristiwa yang terjadi disekitarnya, meskipun gagasan atau pengetahuan ini seringkali naif atau juga miskonsepsi.
- Model Contextual Teaching and Learning (CTL) CTL : Model pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik sehingga mereka mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajaran kontekstual ini menekankan pada daya pikir yang tinggi, transfer ilmu pengetahuan, mengumpulkan dan menganalisis data, memecahkan problema-problema tertentu baik secara individu maupun kelompok. Pembelajaran dengan CTL akan memungkinkan proses belajar yang tenang dan menyenangkan karena proses pembelajaran dilakukan secara alamiah dan kemudian peserta didik dapat mempraktekkan secara langsung beberapa materi yang telah dipelajarinya. Pembelajaran CTL mendorong peserta didik memahami hakekat, makna dan manfaat belajar sehingga akan memberikan stimulus dan motivasi kepada mereka untuk rajin dan senantiasa belajar.
- Model Pembelajaran Tematik : Shaleh mengatakan bahwa Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum dan aspek pembelajaran. Strategi pembelajaran tematik lebih mengutamakan pengalaman belajar peserta didik, yakni melalui belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan ketakutan, tetapi bermakna bagi peserta didik.
- Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) : Istilah Aktif adalah sebuah proses aktif membangun pemahaman dari informasi. Inovatif, dimaksudkan dalam pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memunculkan ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yang dapat mendukung pemahaman peserta didik terhadap suatu pelajaran tertentu. Kreatif, memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik, karena pada dasarnya setiap individu memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti. Sedangkan istilah Menyenangkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan.
Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku.
Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan sebagai hasil pembelajaran . Oleh karena itu,
tujuan pembelajaran harus jelas, sehingga mudah
dipahami oleh peserta didik.
2. Memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan
pandangan hidup masyarakat.
Memilih cara pendekatan pembelajaran yang dianggap paling
tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Cara guru
memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori yang digunakan guru dalam memecahkan suatu masalah.
Norma-norma sosial seperti baik, benar, adil dan sebagainya
akan melahirkan kesimpulan yang berbeda dan bahkan mungkin
bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai
disiplin ilmu.
3. Memilih prosedur, metode dan tehnik pembelajaran
Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan tehnik
pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat
dijadikan pegangan oleh guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
Metode untuk memotivasi peserta didik agar
mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk pemecahan masalah, berbeda dengan metode agar peserta didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup berani untuk menyampaikan pendapatnya. Maka dari itu guru
membutuhkan variasi dalam penggunaan metode penyajian agar kegiatan pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan.
4. Menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Menerapkan kriteria keberhasilan sehingga
guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sejauh mana keberhasilan tugas yang telah dilakukannya. Untuk mengetahui hasilnya dengan melakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan pembelajaran merupakan
salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar
yang lain.
Menurut Mayer ada beberapa kriteria yang dapat
digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu:
1) Berorientasi pada tujuan pembelajaran.
2) Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang
diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan
dunia kerja).
3) Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin
memberikan rangsangan pada indra peserta didik.
Komentar
Posting Komentar